Free Your Mind Write what i feel, write what i think.

Kamis, 12 Oktober 2017

Lelah.



Bertemu denganmu di waktu yang tak tepat.
Disaat semuanya belum terlambat
Aku pernah menyerah sebelum aku kalah.
Mencoba meninggalkanmu saat aku lelah.

Sebelum semuanya semakin parah akhirnya aku menyerah
Mempertahankanmu tidaklah mudah
Buat apa bertahan tapi tak ditahan?
Aku hanya perlu memilih diantara berlari atau berhenti
Sebelum aku sadari bahwa keduanya sama-sama tak berarti.

Selasa, 13 Juni 2017

Hujan Dan Rindu Yang Tak Tertahankan


Aku pernah bertemu denganmu sekali dibawa hujan.

Saat itu aku tak membawa jas hujan kemudian kuhentikan perjalanan.

Aku ingat, waktu itu pukul delapan.

Didepan hatle bis dekat lapangan.

Kamu sedang asyik-asyiknya menulis disebuah buku catatan.

Sekilas kulihat kamu menulis sesuatu tentang harapan.

Tanpa sadar aku bertanya, apa yang kamu tuliskan?

Kamu bilang itu puisi, untuk mantan.
Kamu bilang kamu rindu padanya tak tertahankan.
Kamu bilang akan memberikannya ketika telah terselesaikan.

Aku bertanya kembali, setelah kamu berikan apa yang akan yang akan kamu dapatkan?

Kamu dia sejenak, tertegun.

Lalu kamu tersenyum dan memberikan jawaban.

"Rindu hanya perlu disampaikan meskipun tak terbalaskan".

Minggu, 11 Juni 2017

Resah


Aku melangkah tak tentu arah.

Menjauhi rasa marah yang semakin parah.

Iya aku patah, sejak kamu pergi aku kehilangan arah.

Awalnya kukira tanpamu hariku lebih bergairah namun aku salah, aku semakin resah.

Aku marah kepada kita yang tak pernah mau mengalah.

Aku tau kamu lelah, bersama diriku selalu saja banyak masalah.

Siapa yang salah? Tentu saja aku, katamu tak bersalah.

Tidak masalah, aku terbiasa disalahkan.

Kenyataannya memang aku yang salah.
Tapi kamu lupa, kamu yang membuatnya semakin parah.

Sudahlah, jika kita adalah masalah alangkah baiknya kita berpisah.

Biarlah kali ini aku yang mengalah
dan kemudian pergi melangkah berlawanan arah. 


Selasa, 02 Mei 2017

Hati-Hati Melangkah



Hati hati ketika melangkah, kau tak bisa menduga kapan terjatuh.

Hati hati ketika melangkah, ketika terjatuh kau tak bisa menduga bagaimana dampaknya.

Kau pernah merasa bahwa semua telah baik-baik saja, merasa bahwa luka-luka terobati dengan sempurna, merasa tak ada bekas dari luka lama.
Namun kau salah, kau tak hati-hati melangkah.

Kau jatuh lagi, memang tak parah namun cukup keras hingga luka lamamu menganga. 

Kau sakit lagi, sakit yang sama namun tak separah dulu. Tapi bagimu semua tetap sama, rasa sakit tetaplah rasa sakit. Luka yang paling ingin kau tutupi dengan mudahnya terbuka kembali.

Kau menyesal lagi, mengutuk dirimu yang tak hati-hati melangkah. Membiarkan kesalahan kecil merusakan segalanya. 

Kau menangisi dirimu yang begitu lemah, menangisi luka lamamu, menangisi semua yang terjadi begitu saja.

Namun kali ini kau tak ingin memperkeruh keadaan, lukamu kau biarkan menganga, lukamu tak kau beri penawar.

Kali ini kau percaya kepada dirimu bahwa luka akan sembuh sendiri tanpa kau sadari.